Rabu, 04 Juli 2018

* BAHAYA SISTIM PENERIMAAN ASN BERBASIS CAT ( Computers Assted Tes ) *DALAM PERSEPSI DE-RADIKALISME SEGRAGASI**


                  Dr. Hb. IDRUS AL-HAMID
  REKTOR IAIN FATTAHUL MULUK PAPUA

Saudara-Saudara KU, Terkadang kita harus Renungi, bahwa Radikalisme Segragasi lahir disaat kesempatan Tersedia, Apalagi melalui Tes ASN.. Baca Renungi Makna dalam peristiwa Teroris Surabaya diduga ASN.
________________________

Menurut BKN (Badan Kepegawaian Negara), yang dimaksud dengan pengertian CAT (Computer Assisted Test ) adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

Standar kompetensi dasar CPNS diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme PNS , dan CAT dipercaya bisa menjamin standar kompetensi dasar CPNS dalam TKD (Tes Kompetensi Dasar).

Soal TKD CAT CPNS dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan 3 jenis bidang pengujian yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Sistem rekrutmen ASN, Khusus-nya pada bidang Wawasan Kebangsaan ataupun lain-nya, tdk dapat dipastikan bakal calon ASN, terbebas dari *Paham Radikalisme Segragasi* karena keterbatasan sistem CAT mengakses *Perilaku* yg dalam ilmu kedokteran dapat berubah sesuai *pshikologi* ruang lingkup dimana peserta berada. Terkadang ber-Kamufalse sebagai orang dgn wawasan kebangsaan yg utuh, namun dibalik itu tersimpan kompetensi Radikalisme Segragasi yg membahayakan Ke-Bhinnekaan dalam Ber-negara.

Sementara pada daerah-daerah tertentu dari *MALAKA* sampai *PAPUA* selalu di perhadapkan dengan terbatas calon peminat *Regional* yg berakibat, ada-nya calon dari luar yg tidak diketahui *asal,usul Nasab Keilmuan*. Hal ini dapat berdampak pada *Sosial Shock* ( bc.Kepanikan Sosial karena benturan Kebudayaan) hingga banyak peserta yg mundur. Ini dapat berakibat pada lambatnya tersedia SDM yg mumpuni pada daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terdepan).

Dari goresan tulisan  tersebut di atas, mungkin yg dapat dilakukan adalah :  Mendeteksi ada atau tidak adanya Kelompok *radikal berjubah budaya dan Agama*  apabila sistem tes dilakukan dengan tahapan :

PERTAMA : Ujian kompetensi Wawasan Kebangsaan dan Kebudayaan seharus-nya dilakukan secara *REGIONAL/PROVINSI*. Hal ini sebagai upaya *Deteksi Dini* bagi Calon pelamar sehingga mengetahui dan Paham *GEOPOLITIK* yg berkembang secara Regional. Ini sangat penting, hingga yg lolos tes Tahap ke-dua adalah mereka yg bukan hanya Pencari kerja tetapi benar-benar tenaga Profesional dan terampil dengan Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan yg Utuh serta tidak Radikal dan paham *Geopolitik Lokal*.  Akan sangat strategis apabila, setelah dinyatakan Lolos harus, di Kontrak dalam masa Orientasi sebagai PEGAWAI TETAP NON PNS. Selama 1 tahun untuk selanjut-nya baru dapat di ikutkan dalam tahapan Tes secara Nasional.

KE-DUA : Tes Komoetensi  bidak keahlian, dalam bidang yg diminati dapat dilakukan Secara Nasional dengan sistim CAT. Namun mereka yg dinyatakan lolos Tes Regional/Provinsi sesuai kebutuhan bidang keahlian pada SATKER di Daerah sebagaimana ditetapkan dengan SK Lulusan Tes Seleksi Tahap Pertama oleh pimpinan *SATKER PENGGUNA*. Sehingga setiap Calon Paham Kebutuhan terhadap Kompetensi tertentu pada *SATKER DAERAH* dan Perilaku budaya dalam bingkai kearifan lokal.

( Saudara-Saudara KU, Indonesia itu luas, Indonesia itu Ragam Pesona, masyarakat kita, butuh ASN yg bukan hanya *Pintar dan Terampil*, tetapi sadar akan budaya *Leluhur Bangsa* yg Humanis dan Agamis. Kalau Eropa menggunakan sistim CAT, Dalam Penerimaan ASN, kenapa harus kita *Latta* untuk ikut-ikutan. Ingat Bung. Eropa itu Negara Benua dengan sistem IT deteksi dini sangat Canggih, sementara Indonesia Negara Kepulauan dengan Topografi wilayah  Nusantara satu dengan lainnya beda-beda. Harus dipahami *INDONESIA* bukan hanya *JAKARTA*.  Karena Radikalisme Segragasi Musuh kita bersama. Oleh Hb.IDRUS AL-HAMID. *Suara Minor Dari Timur Nusantara Untuk Indonesia Raya*. Papua. 05/07/2018).🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩 NKRI HARGA MATI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" MUNGKINKAH INI POLITIK DOMINO JEBAKAN BATMAN, ALA RATNA SARUMPET "

Dr. HABIB IDRUS AL-HAMID. M. Si Rektor IAIN FATTAHUL MULUK PAPUA _____________________ Saudara-saudara KU. Terkadang kita harus berhen...