Senin, 02 Juli 2018

" HARGA *REFORMASI* SETENGAH HATI, TAK SEBESAR *HARGA DIRI* BANGSA DAN NEGARA *INDONESIA RAYA* "


                 Dr. Hb.IDRUS AL-HAMID.
  REKTOR IAIN.FATTAHUL MULUK - PAPUA


Saudara-Saudara KU, Dahulu kita hidup bertetangga, tak ada sekat dalam bahasa dan budaya, Kenapa kita harus berkelahi untuk berbeda. Baca utk *Kesatuan bangsa dan Negara* ...
_____________________

Reformasi sudah berusia lebih dari satu dasawarsa. Ternyata perkembangan mutakhir bangsa ini lebih banyak *memproduksi* keluhan, kritik keras tidak efektif dan berbagai masukan yang tidak digubris. Semua seolah-olah memberi goresan yang kuat dari sebuah lukisan manusia yang lemah tak berdaya, frustasi, bagaikan kehilangan induk, sebagian merasa ”mati di lumbung padi.”

Masih teruskah kita *memproduksi* , lukisan-lukisan getir dan memajang-nya dalam etalase kebudayaan kita..?” “Hingga kapan kita melakukan itu semua?” ”Tidak-kah kita mulai berani untuk mengatakan, ”cukup sudah semua itu,” jika ternyata keluhan tak menghasilkan renungan, kritik tak membawa perbaikan, masukan berhenti di tengah jalan, dan harapan tinggal jadi kenangan?”

Konon bahkan kita saling berhadapan sebagai manusia yang *tuli*  terus dalam tradisi *Monolog* tanpa *Dialog* , dikuasai oleh kepentingan pribadi dan kelompok, dan mengarahkan final actualization diri hanya pada kekuasaan (golongan dan teman dekat) juga kekayaan (peribadi dan keluarga) bukan pada penunaian amanah atau tugas kepemimpinan untuk publik atau rakyat jelata tak disangka.

Ter-ngiang dalam ingatan sewaktu Kasus *PACE* *ANGGODO WIDJOJO* , aktor utama yg mengobrak-abrik Penegak Hukun. Idealnya, elit politik secara politis mesti mengambil posisi kontra, dengan postulat (anggapan Dasar) yang mengatakan bahwa semakin sulit polisi menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat Anggodo, semakin sakit pula hati rakyat yang sudah terluka, tapi justru pada saat yang sama, seakan-akan menjadi public realtion-nya Lawyers dan cukong serta mafia peradilan.( *bc.Syamsudin Kadir dlm Buku" Sebuah refleksi Untuk Aksi - Cinta Negeri*)

Semua itu saya sampaikan, karena kita masih memiliki potensi dahsyat di Negeri ini. Selain itu, kita masih percaya bahwa wibawa bangsa ini terlalu mahal harganya, dan tidak ada bandingan-nya. Pada saat yang sama, potensi bangsa ini masih banyak dan memiliki daya saing yang mumpuni. Lalu, bagaimana strateginya agar wibawa itu tetap terjaga? Bagaimana caranya agar peran-peran global itu bisa diperankan kembali? Agenda utama yang mesti kita tunaikan sekarang adalah menata potensi-potensi yang ada sebagai syarat yang sangat penting dalam mewujudkan obsesi kita dalam mewujudkan tata dunia global yang lebih anggun. Kita mengawali semuanya dengan menjayakan negeri ini, setapak demi setapak, jangan pernah memberikan *Harapan Kosong* kepada Sang Pemilik Kedaulatan karena itu termasuk menghianati harapan Leluhur Di Nusantara.

Pada Kenyataan-nya disaat *Kristalisasi* dari berbagai tuntutan para pendukung gerakan *reformasi*  menghasilkan enam tuntutan utama,  adalah sebagai. :
*Pertama* , penegakan supremasi hukum; 
*Kedua*, pemberantasan KKN;
*Ketiga*, pengadilan mantan presiden Soeharto dan kroninya; *Keempat*, Amandemen konstitusi;
*Kelima*, pencabutan dwifungsi ABRI (TNI/Polri), dan;
*Keenam*, Pemberian otonomi daerah seluas-luasnya.

( Saudara-saudara KU, Reformasi sebagaimana tuntutan tersebut di atas, apakah murni terlahir dari Nurani rakyat jelata, ataukah "SURAU KAUM ELITE" Yg terpenjara dalam bayang-bayang Hegemoni birahi kekuasaan, ataukah mungkin Nasionalis Kebangsaan yg digagas oleh *SOEHARTO*  Demokrasi Pancasila dalam Budaya Leluhur Bangsa, yakni Gotong-royong, Ke-Bhinekaan dan Penguatan ekonomi kerakyatan, yg pada itu sang pemilik Modal (bc.Asing dan Aseng) Merasa Terancam sehingga *Soeharto* wajib dilengserkan..  Inilah Suara Akademisi TIMUR NUSANTARA. Oleh.Habib. IDRUS AL-HAMID. Dalam Renungan Seribu Makna untuk Indonesia Raya. *Selasa Dinihari* . 03/07/2018).🇮🇩🇮🇩🇮🇩☝🏼☝🏼☝🏼☝🏼☝🏼☝🏼

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

" MUNGKINKAH INI POLITIK DOMINO JEBAKAN BATMAN, ALA RATNA SARUMPET "

Dr. HABIB IDRUS AL-HAMID. M. Si Rektor IAIN FATTAHUL MULUK PAPUA _____________________ Saudara-saudara KU. Terkadang kita harus berhen...